503 adalah cara server berkata «jangan sekarang». Ia satu-satunya 5xx yang kadang memang benar: mode pemeliharaan mengembalikan 503 dengan sengaja, dan mesin pencari yang membacanya akan datang lagi nanti alih-alih membuang halamannya.
Apakah ini disengaja?
- Sistem pengelola konten yang tertinggal dalam mode pemeliharaan — WordPress meninggalkan berkas
.maintenanceketika sebuah pembaruan gagal di tengah jalan. - Batas laju yang sedang bekerja, yaitu 503 dengan tajuk Retry-After.
- Skrip penerapan yang menaruh situs di balik halaman tunggu lalu lupa menurunkannya.
ls -la /path/to/site/.maintenance && rm /path/to/site/.maintenance
Atau memang sudah habis?
Kalau tak satu pun disengaja, berarti server tak punya sisa kapasitas untuk menerima permintaan itu. Bacalah bebannya dulu, sebab angka itu memberi tahu sumber daya mana yang habis.
uptime; free -m; df -h
- Beban jauh di atas jumlah inti Anda — terlalu banyak pekerjaan, terlalu sedikit prosesor.
- Nyaris tak ada memori bebas dan tukar sedang dipakai — mesinnya megap-megap dan semuanya lambat.
- Cakram yang penuh — tak ada yang bisa menulis, dan kebanyakan layanan memilih mengembalikan 503 daripada merusak data.
Cakram penuh adalah sebab yang paling sering terjadi dan paling jarang dicurigai. Periksalah lebih dulu: cukup satu perintah, dan sering kali itulah seluruh jawabannya.
Jangan pernah menghapus berkas log demi melapangkan ruang selagi ada layanan yang menulis ke dalamnya — ruang itu tidak kembali sampai prosesnya menutup gagangnya. Pangkas saja isinya:
: > /var/log/big.log