Setiap sistem pencadangan yang pernah mengecewakan pelanggan selalu melaporkan sukses setiap hari, sampai hari ia dibutuhkan. Laporan itu berkata berkasnya sudah ditulis. Ia tidak berkata berkas itu bisa dibaca, memuat apa yang Anda kira, atau bahwa memulihkannya menghasilkan situs yang berjalan.

Ujilah pemulihannya, bukan pencadangannya

  1. Ambil arsip yang paling baru — Bukan yang sengaja Anda buat. Maksudnya adalah menguji proses yang berjalan tanpa ditunggui.
  2. Pulihkan di tempat lain — Sebuah subdomain, VPS kedua, wadah lokal. Jangan sekali-kali di atas situs yang sedang berjalan.
  3. Buka situs hasil pemulihan — Masuklah. Muat satu halaman yang membaca basis data. Pastikan berkas yang baru diunggah ada di sana.
  4. Catat tanggal isi yang paling baru — Itulah titik pemulihan Anda yang sebenarnya, dan sering kali lebih tua daripada yang dijanjikan jadwal pencadangan.

Apa yang biasanya tersingkap saat memulihkan

  • Basis datanya ada tetapi berkas unggahannya tidak — cadangan itu mencakup yang satu dan tidak yang lain.
  • Ia pulih tetapi tidak mau jalan — sebuah berkas konfigurasi berisi lokasi atau kredensial server yang lama.
  • Arsipnya terpotong — cakramnya penuh di tengah pencadangan dan tak ada yang memeriksa kode keluarannya.
  • Ia terenkripsi dan tak seorang pun punya kuncinya — kuncinya ada di server yang mati itu.
Cadangan yang duduk di cakram yang sama dengan situsnya bukanlah cadangan. Ia melindungi dari kekeliruan, bukan dari cakram, server, atau akunnya. Setidaknya satu salinan tinggal di tempat lain.

Seberapa sering

Pertanyaan yang jujur bukanlah seberapa sering mencadangkan, melainkan seberapa banyak pekerjaan yang rela Anda ulangi. Harian berarti pesanan satu hari penuh bisa lenyap. Kalau itu tak bisa diterima, harian adalah jadwal yang keliru, berapa pun harga penggantinya.

Taruh satu uji pemulihan di kalender, tiap tiga bulan. Itulah satu-satunya uji yang membuktikan sesuatu, dan satu-satunya yang tak dilakukan siapa pun.